Spectrum of My Mind

Sunday, December 8, 2013

Konon

Dengar, dengar..
masih kudengar dengan jelas, nama.. banyak nama. tapi tak ada yang kuingat sebagai namaku..

Aku ingat, betapa aku membenci kisah, cerita, atau sandiwara.. aku benci lakon..  begitu banyak tokoh di kepalaku, begitu banyak nama, walau aku bahkan tak bisa mengingat namaku, 

Aku ingat, betapa aku membenci rambut panjang yang terurai, indah dan bersinar.. aku benci cantik.. cantik.. cantik begitu yang terucap bapak, aku ingat. begitu banyak hal menarik yang kuingat di masa laluku, walau aku bahkan tak bisa mengingat namaku,

konon.. ibuku bilang, konon..

ada suatu waktu di mana aku sangat bahagia, berlarian di pasar, anak lelak berkulit hitam yang nakal, duduk di pangkuan bapak, mendengar cerita bapak tua di bawah jendela, lalu..

salamah, salamah, salamah

apa itu namaku?

konon.. ibuku bilang, konon..

iblis punya begitu banyak rupa, iri, tamak, nafsu. mereka menari nari sehingga kadang wujud mereka tampak menyatu, mendarah daging, bernafas, berkaki dan kadang berbicara..

benci juga rupa iblis, mereka mengejek rupaku yang serupa iblis, aku jelek ujar mereka, jelek, jelek. aku bahkan masih ingat apa yang mereka hinakan padaku tiap harinya, aku ingat. walau aku bahkan tidak bisa mengingat namaku,

konon.. ibuku bilang, konon..

cinta dan hasrat hampir serupa, apa yang mereka elukan cinta itu hasrat, lalu apa itu cinta? aku tak ingat, aku tak ingat sama seperti aku tak bisa mengingat namaku..

konon.. konon..

cintaku berupa lirikan dari jauh, cintaku berani, cintaku kuat, cintaku mencintai yang lain.. ya konon itu cintaku.

marah, aku marah, aku benci.. konon aku dulu manis, putih mereka bilang, lalu aku menangis, menangis, menangis, putihku berubah merah, lalu merahku mengering dan menghitam. aku hitam. aku ingat aku menghitam dengan tiap benci dan murka yang terus mengerogoti hatiku.

konon.. ibuku bilang... tidak aku ingat bukan bilang, ibu berteriak, konon. bukan aku ingat sekarang ibuku tidak lagi berteriak konon sekarang hanya tinggal bisikan lemah di atas peraduannya yang kusam..

Salamah, salamah, salamah..

karena bencinya, hanya itu yang terucap dari bibirnya hingga hayatnya.. benci.

konon..

Salamah! Salamah? Salamah.. namaku bukan Salamah! namaku.. konon, S~ekar.

1 comment: